Save Their Future iY Generation - Indayati Oetomo

Disela -sela kesibukan saya sehari-hari sebagai seorang guru saya masih menyempatkan diri untuk membaca komponen pribadi para student , hanya untuk sekedar memahami seberapa besar pengaruh latar belakang keluarga dalam pembentukan pribadi mereka.

Pertanyaan dalam komponen yang menjadi konsentrasi saya adalah " Siapa yang menjadi idola Anda ?". Dari berbagai macam jawaban , saya paling menyukai kalau jawaban yang mereka tulis adalah " Ayah saya atau Ibu saya, bahkan Keluarga saya ". Dengan membaca isi komponen tersebut, kita sudah dapat memperkirakan seberapa besar kontribusi keluarga dalam pembentukan pribadi bagi masing-masing anggota.

Suatu hari saya kedatangan orang tua siswa untuk konseling tentang sikap anaknya yang saat itu sudah berusia 21th . Permasalahannya , sang anak tidak memiliki kepedulian serta rasa hormat terhadap orang tua dalam arti seperti layaknya keluarga yang masih memegang adat ketimuran. Ketika saya menanyakan sejak umur berapa anak ini dikirim ke luar negeri ? Bapak tersebut menjawab sejak usia 9 th, Disinilah justru letakpermasalahannya yaitu, ketika sang anak masih butuh banyak bimbingan serta perlindungan , dia tidak menemukan cinta kasih orang tuanya , maka tidak salah kalau dia mencari pertolongan bahkan pelarian dari berbagai macam caraf sehingga semua pengalaman masa kecilnya terekam di dalam memorinya sampai kapanpun.

Banyak orang tua yang berdalih ingin mencarikan sekolah terbaik untuk anak-ahaknya sampai-sampai harus berpisah dengan mereka dalam usia yang sangat dini. Belum lagi alih-alihnya ingin berbuat yang terbaik untuk kepentingan sang anak, padahal tujuan utamanya agar orang tua lebih leluasa bekerja tanpa harus diributkan dengan mengurus anak.

Dan akhirnya saat usia pembentukan pribadi (5 th-12 th), sang anak memperolehnya dari sumber-sumber di luar keluarga sen diri.

SIKAP-SIKAP BAGAIMANA YANG KITA AMATI PADA GENERASI Y SAAT INI:

  1. Kurang PD
  2. Cuek dan tidak peduli sekeliling
  3. Kurang serius
  4. Memandang dengan penuh kebencian
  5. Cenderung"menarik perhatian"
  6. Sering Defence / Mengelak
  7. Labil
  8. Egois
  9. Tidak punya sopan santun
  10. Tidak dapat menentukan cita- citanya Kalau berbicara soal team-work, maka kehidupan keluarga bisa diumpamakan layaknya sebuah team, jadi apabila ada permasalahan dalam team tersebut kita tidak dapat menuding siapa yang bersalah , tentunya semua memiliki andil ikut bersalah. Begitu juga kesuksesan yang diraih oleh suami, istri atau anak-anak juga karena peran serta dukungan keluarga.

 HARAPAN ANAK-ANAK TERHADAP ORANG TUA

  1. Anak-anak butuh pengakuan
  2. Waktu-waktu berkualitas
  3. Pelayanan
  4. Sentuhan fisik
  5. Reward

FAKTOR-FAKTOR PENUNJANG KEHARMONISAN HUBUNGAN :

  1. Mendengarkan
    Apa yang dikatakan oleh anak kita, mungkin tampaknya tidak penting bagi kita, namun hal ini penting bagi dia. Mendengarkan merupakan salah satu tindakan cinta.
  2. Sikap bijaksana dengan penuh pertimbangan
    Mencintai juga berarti memperhatikan kepentingan dan harapan anak kita, meskipun kita tidak sependapat. Namun kita dapat menjelaskan secara detail, alasan kita tidak sependapat dan tidak memaksakan kehendak
  3. Kompromi
    Karena dua orang mempunyai tujuan-tujuan yang tidak selalu sama, jelaslah bahwa untuk mencapai tujuan bersama, haruslah disertai adanya kompromi yang menunjukkan sifat saling pengertian.
  4. Menghindari kebiasaan yang bersifat tuduhan
    Tinggalkan metode yang bersifat menghakimi, terlalu suka mengkritik dan menyerang, dan pakailah pendekatan yang lebih menunjukkan kasih sayang
  5. Kemampuan berkomunikasi yang efektif dan konstruktif
    Komunikasi akan berjalan dengan transparan dan efektif apabila sebagai orang tua dapat memahami perasaan anak-anak.

KESIMPULAN:

Pendidikan anak-anak kita tidak dapat hanya sekedar dikirim ke sekolah formal ataupun di masukkan dalam sebuah asrama. Justru "PENDIDIKAN" serta "PEMBENTUKAN KARAKTER"

anak-anak sangat ditentukan oleh perlakuan serta kerjasama antara orang tua (ayah-Ibu) dengan anak-anaknya.

Sekecii berapapun usia anak kita, dia tetapiah "manusia" yang membutuhkan sebuah penghargaan dan juga menginginkan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya tanpa harus dipaksa untuk memenuhi keinginan oang tuanya.

Sesuai dengan Hukum Universal yang mengatakan :

  • Saya tidak akan mengubah ANAK SAYA dengan tindakan langsung
  • Saya hanya dapat mengubah diri saya sendiri
  • Bila saya berubah, maka ANAK SAYA cenderung berubah sebagai reaksi dari perubahan saya

Dengan demikian orang tua telah berperan selain bagian dari keluarga, namun juga sebagai menthor.