SD Kristen Petra 1 - Mengatasi Konflik

2016 sd kristen petra 1 mengatasi konflikSiapa di antara kalian yang tidak pernah mengalami konflik? Pasti semua orang pernah mengalami konflik dalam hidupnya, termasuk diri kita. Mengapa kita semua pasti mengalami konflik? Karena kita memiliki perbedaan dengan sesama kita dan terkadang kita sulit untuk menerima perbedaan itu. Sering, kita cenderung memaksakan apa yang kita harapkan atau inginkan sehingga muncul konflik. Sayangnya, kita tidak bisa menghindari konflik. Ketika konflik terjadi, hendaknya kita segera menyelesaikannya. Bersikap rendah hati dengan mau berkomunikasi yang baik, serta mau meminta maaf kepada teman yang sedang berkonflik dengan kita adalah salah satu bentuk sikap menyelesaikan konflik yang terjadi.

Tanggal 14 Mei 2016, kami, siswa SD Kristen Petra 1, mengikuti kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema “Mengatasi Konflik”. Sebuah pembelajaran yang berkesan bagi kami, karena kami belajar untuk bisa mengatasi konflik. Bagaimana cara mengatasi setiap konflik yang kami alami dalam kehidupan sehari-hari, kami terapkan dengan berbagai kegiatan pada hari itu.

Pada kegiatan kelas kecil, kami secara berkelompok berusaha melepaskan simpul pada tali rafia, dengan syarat, tangan tidak boleh terlepas dari tali yang dipegang. Kami semua memang menginginkan hasil yang terbaik. Namun pada proses komunikasi dalam kelompok, sangat mungkin ada beberapa siswa yang mengeluh karena tidak puas dengan hasil yang pertama dan berikutnya, saling menyalahkan, sehingga timbullah konflik. Melalui permainan ini, kami bisa belajar mengatasi konflik dalam kelompok.

Lalu pada kegiatan kelas besar, kami secara berkelompok bermain “Kartu Ajaib”. Kami belajar untuk memecahkan berbagai konflik yang ada di dalam kartu, misalnya salah paham dengan teman, berbeda pendapat, dan tidak punya teman. Kegiatan ini menjadi lebih seru karena permainan dilakukan seperti bermain kartu domino.

Teman-teman, sekarang kita tahu bahwa konflik akan membawa suasana menjadi kacau, dan bila tidak segera diselesaikan akan membuat kerugian bagi orang yang berkonflik ataupun lingkungan di sekitarnya. Untuk itu, kita harus menyelesaikan konflik yang terjadi dengan saling meminta maaf dan mengampuni. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau menyelesaikan konflik dan merasakan kedamaian dalam hidup, atau tidak mau menyelesaikan konflik dan hidup dalam ketidaktenangan.