Mengungkap Segitiga Emas

Karakter yang baik adalah salah satu kunci paling penting bagi seorang anak untuk membangun kehidupan yang bermakna bagi dirinya sendiri, bagi sesamanya, bahkan bagi dunia. Tiap pencapaian dalam hidup seorang anak, apapun bentuknya dan bagaimanapun kadarnya, tidak akan bermakna bagi hidup kecuali dilandasi, didukung, dan dinahkodai oleh karakter yang baik. Sama dengan hampir semua hal penting lain dalam hidup anak, pendidikan karakter bagi anak sesungguhnya bersangkut-paut dengan banyak pihak, yang dari posisi dan dengan kondisi spesifik masing-masing mengemban tanggung jawab moral atas anak-anak dan pendidikan karakter bagi mereka. Orang tua (keluarga), sekolah, dan gereja adalah tiga institusi kunci dalam pendidikan karakter bagi anak-anak.

Di tengah tantangan yang makin ketat mengepung anak-anak, realisasi tanggung jawab moral atas pendidikan karakter bagi anak itu menjadi sesuatu yang sangat mendesak. Tetapi, realisasi tanggung jawab moral pihak-pihak terkait itu pada kenyataannya belum sepadan dengan tantangan dan kebutuhan yang ada. Apa yang ada sekarang pada kenyataannya belum cukup dekat dengan apa yang seharusnya terjadi. Barang tentu, jarak antara Das Sein dan Das Sollen itu adalah fakta yang tak boleh dibiarkan berlanjut.

Menyadari urgensi masalahnya, mempertimbangkan tanggung jawab moral tiap pihak terkait itu, dan dipertegas oleh realitas konkret tentang pendidikan karakter bagi anak, peran konkret semua pemangku tanggung jawab moral itu serta kerja sama strategis antar mereka adalah kebutuhan zaman yang tak mungkin lagi bisa ditawar.